Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
TELAT NIKAH BUKAN KIAMAT Selow Aja Jodoh Pasti Bertemu THE ACCUSATION Kisah Terlarang dari Korea Utara

TEORI KONFLIK & KONFLIK AGRARIA DI PEDESAAN

Pada masa orde reformasi cita-cita reformasi agraria menemukan momentumnya dengan memanfaatkan situasi politik dan lemahnya pengaruh pemerintah terhadap warganya. Ocupasi tanah, reclaiming lahan dan penguasaan lahan terjadi dimana-mana secara sporadis dan tumbuh langsung dari masyarakat melahirkan berbagai konflik agraria.

 

Selanjutnya muncul kepentingan yang menunggangi isu reformasi agraria itu yang memperumit keadaan. Mengembalikan semangat reformasi agraria untuk mendorong keadilan sosial dan memajukan kesejahteraan mestinya dibangun dengan cara pandang yang sama oleh semua pihak yang berkepentingan. Buku ini mengulas berbagai teori konflik dan beberapa contoh kasus konflik agraria yang ada beserta pengalaman penyesuaian konflilnya.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Lingkungan Hidup
Ketebalan : xviii+178 hlm | HVS
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kreasi Wacana
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by