Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Teori Pergerakan Sosial

Wishlist
Stock: Out of Stock
Terjual : 8
Jumlah:

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:

Info Pengiriman: 
Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020
Pembelian : Diskon 25% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: radicalmay
Pembelian : #RadicalMay Book Fair disc up to 50%
Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000


Tunggu dulu! Ini tagihan untuk Anda, pelaku gerakan sosial. Jangan Anda menghindar lagi, saat karya ini disodorkan ke muka. Karena ia menuntut peran Anda dalam gerak perubahan sebagai kalangan intelektual maupun aktivis muda. Kaum akademisi telah terlalu lama meninggalkan satu hakikatnya: melahirkan gagasan dan teori sosial-politik lokal, sementara gelombang arus perubahan tak lagi bisa dibendung. 

Dan karenanya, inilah karya yang memaparkan sejarah dan teori gerakan sosial, ditulis oleh seorang ilmuwan Indonesia. Dengan analisis yang mendalam sekaligus padat, buku ini menjelaskan perkembangan gerakan sosial sesudah Perang Dunia II dan pergeseran teoretis yang terjadi atas wacananya. Dilengkapi catatan bibliografis yang lengkap tentang gerakan sosial yang muncul selama dekade terakhir, maka buku ini tak hanya 'menagih' namun sekaligus memberi Anda bekal yang cukup untuk memenuhi tuntutan gerak perubahan.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Berat: gram

Kategori : Gerakan Sosial
Ketebalan : viii + 272 hlm | HVS
Dimensi : 12x19 hlm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Resist Book
Penulis: Robert Mirsel
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by