Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Teori Pergerakan Sosial Teori Relativitas Einstein Penjelasan Populer untuk Umum

Einstein membayangkan pesawat ruang angkasa X meluncur menjauhi bumi dengan kecepatan 100.000 kilometer per detik. Kecepatan diukur oleh pengamat, baik yang berada di pesawat ruang angkasa X maupun di bumi, dan pengukuran mereka bersamaan.

Sementara itu, pesawat ruang angkasa Y meluncur pada arah yang sama dengan pesawat ruang angkasa X tetapi dengan kecepatan berlebih. Apabila pengamat di bumi mengukur kecepatan pesawat ruang angkasa X, mereka mengetahui bahwa pesawat itu melaju menjauhi bumi pada kecepatan 180.000 kilometer per detik. Pengamat di atas pesawat ruang angkasa Y akan berkesimpulan serupa. Itulah bayangan Einstein ketika menemukan Teori Relativitasnya.

Meskipun ketika mahasiswa digambarkan dosennya sebagai "seorang mahasiswa pemalas, [yang] tak pernah mempedulikan matematika", Albert Einstein membuktikan tudingan itu salah. Bahkan, dialah pionir yang melahirkan gagasan-gagasan baru, yang mengubah dunia fisika untuk selamanya. Gagasan-gagasan utama dalam buku ini disajikan sesederhana mungkin dan disusun berurutan berdasarkan penemuan tiap-tiap gagasan. Sehingga dapat memberikan wawasan yang tepat kepada para pembaca ilmiah maupun awam.

Selamat Membaca dan Berbahagialah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
ISBN : Lilih Prilian Ari Pranowo
Ketebalan : 148 hlm | HVS
Dimensi : 15 x 23 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Narasi
Penulis: Albert Einstein
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by