Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Terjebak di Labirin (Sejarah) Sebuah Kota

Oleh: Widyanuri Eko Putra         Diposkan: 09 Oct 2018 Dibaca: 380 kali


Manuel datang ke kota itu dengan harap yang tak terlalu muluk: beroleh pekerjaan sebagai pengajar dan rumah sewa dengan suasana tenang agar novel yang tengah ia tulis lekas rampung. Di kota Madrid tempat ia tinggal sebelumnya, dua hal itu sulit ia peroleh. Hingga berhari-hari setelah ia memutuskan untuk menyeberangi Selat Gibraltar dan memilih tinggal di kota Mimoun, harapan itu masih kukuh ia pegang. Tetapi berbulan-bulan kemudian, segalanya beralih seperti halnya udara panas dan hujan yang datang tak terduga di kota itu             

Suasana di Mimoun cukup nyaman bagi pendatang. Banyak seniman dari Spanyol sengaja tinggal di kota ini demi merengkuh ketenangan dalam berkarya. Rata-rata dari mereka sepakat: kota ini punya eksotisme yang unik namun sulit terjelaskan. Manuel datang ke Mimoun “saat musim gugur mulai merebak, ketika siang hari terasa lebih pendek dan sejuk, kala hujan tercurah tuk pertama kali dan daun-daun pepohonan mulai memendarkan warna kuning keemasan yang indah. ”Di pagi hari, sekawanan burung putih beterbangan di sekitar rumah. Dan saat matahari pulang ke batas cakrawala, bulan tampak seperti “perhiasan yang indah”.

Tak perlu waktu lama bagi Manuel untuk mengenal Mimoun lebih dekat. Satu demi satu orang yang ia kenal dengan sendirinya bercurah cerita kepadanya pengalaman selama hidup di kota ini. Seorang pelukis bernama Francisco mengaku datang ke Mimoun berbekal keyakinan ia bisa lebih produktif dalam melukis. Harapan itu menguap, “tak lama setelah kedatangannya di Mimoun, ia meninggalkan kegiatan memahat patung, dan selalu dihinggapi perasaan gundah setiap kali mengingat kegemarannya itu.” Orang-orang di kota itu selalu menyambutnya dengan hangat meski udara yang begitu panas sering bikin Manuel uring-uringan.

baca juga: Parrhesia Versus Afasia

Seorang rekan Manuel lainnya bercerita serupa. Namanya Charpent. Ia lajang pemurung dan gemar berpuisi. Di negaranya Perancis, ia telah menerbitkan beberapa buku puisi. Dua nama penyair yang karyanya bisa dijadikan bahan obrolan dengannya ialah Rainer Maria Rilke dan Paul Éluard. Bagi seorang penyair yang peka dan berbakat, tentu sangat mudah mengisahkan ke dalam bentuk puisi persinggungannya dengan suatu kota yang ia kunjungi. Tetapi Mimoun adalah sebuah pengecualian. Kota ini justru membuat Charpent terjungkal dalam labirin yang ia sendiri tak mengerti.

Hasil gambar untuk buku mimoun
 

Dalam keluhnya yang sendu, “Entah demi buku, atau kata-kata. Aku tak tahu untuk apa aku datang ke sini, di liang yang menyedihkan ini. Aku juga tak tahu apa yang telah menahanku di sini. Kini aku merasa lelah.” Kita membayangkan Mimoun adalah sebuah kabut yang pekat di sebuah bukit. Ia mungkin sekali memberi kesejukan. Juga memberi kesadaran tentang adanya jarak yang terkaburkan. Kabut membuat tempat-tempat yang tinggi itu terasa lebih hening. Tetapi dalam hening itulah kita seringkali merasa sepi dan terasing.

Dua hal yang saya sebut belakangan itu bisa kita simpulkan penyebab Mimoun menjadi eksotis tetapi mematikan. Di kota ini, yang sepi dan yang asing mengental bersamaan, yang kemudian merangsang dan menggerakkan kaki Manuel menuju ke tempat orang-orang bernasib sama seperti ia biasa bertemu: bar. Tentu saja ada bir dan ceracauan orang-orang mabuk di sana. Nyaris setiap malam Manuel setor wajah, bertemu para lonte kelas receh, dan menandaskan malam-malam suram dengan bergelas-gelas bir. “Hanya alkohol yang bisa menerangkanku, yang menempatkan sebentuk batas keterasingan di antara musim semi dan perasaanku sendiri,” keluh Manuel.

Hari-hari yang ajek kian menjauhkan Manuel dari tujuannya semula datang ke Mimoun. “Aku hampir tak menulis apa-apa. Dalam seminggu terakhir tak ada sesuatu yang baru tuk naskah buku yang sedang kukerjakan,” ratapnya. Segala hal yang Manuel kerjakan di sini tampaknya hanya bermuara kepada kebosanan belaka. Para murid di kampus ia mengajar adalah mahasiswa yang di dalam tempurung kepalanya hanya bergerumbul ambisi untuk lekas-lekas memungkasi masa belajar lantas beroleh ijasah untuk melamar kerja. Tak ada suasana intelektual di sana. Setelah rutinitas harian itu, seperti bau tanah semerbak sebegitu hujan menderas, kehampaan segera meruap.

baca juga: Skandinavia dan Krisis Keyakinan

Manuel seperti halnya kaum awanama yang cuek dan murung di tiap sudut kota Mimoun. Kalaupun ada pengalaman spiritual yang ia rasakan tak lain berkat ketakjubannya mendengar suara azan, meski ia sendiri seorang ateis: ”Aku tidak tahu artinya, indah dan membuatku merinding, sementara aku masih tidak percaya pada Tuhan apapun. Kata-kata muazin itu seakan tak satupun menyebut nama benda yang pernah aku lihat, kemudian menghadirkan perasaan yang tidak kuketahui. Di saat bersamaan, kumandang azan sang muazin seperti menceritakan soal taman yang tak bisa kumasuki...”

Keruwetan Mimoun pun perlahan menjalar. Pertemanan Manuel dengan Francisco ikut-ikutan kian rumit. Semua bermula ketika Francisco begitu kesepian sehingga merasa sangat bergantung pada kehadirannya, baik untuk sekadar menemani menenggak bir atau minum teh di pagi hari. Hubungan keduanya merapuh dan nyaris patah saat Manuel merasa kebebasannya terampas. Dalam kesempatan lain, Charpent teman Manuel yang lain justru merasa tak sanggup lagi meredakan segala kegundahan yang ia alami. Ia pun memilih memotong umurnya dengan cara gantung diri.

Sekilas kisah di atas berasal dari novel Mimoun karangan Rafael Chirbes. Mimoun tentu saja kota fiksi. Namun, kisah orang-orang di Mimoun ini mengingatkan kita betapa antara kota dan penghuninya terjadi proses saling memengaruhi yang begitu besar. Novel pertama dan dianggap sebagai salah satu karya terpenting Rafael Chirbes ini menghantarkan ke pembaca kisah perihal keresahan manusia asing dalam beradaptasi dengan wilayah dan ruang-ruang baru. Konon, watak kota mirip sebuah peribahasa senjata makan tuan. Ia diciptakan oleh manusia untuk sengaja ditundukkan sebagai pemuas ambisi. Namun, di masa depan ia pun berpeluang lepas dari kendali dan berbalik menerkam manusia. Seperti ucapan seorang pakar perkotaan Eko Budihardjo, manusia membentuk kota dan kota membentuk manusia. 

Mimoun bukan suatu pengecualian. Sebagaimana kota-kota tua lainnya, Mimoun punya sejarah yang panjang. Dalam penjelasannya, Rafael menyebut Mimoun pada mulanya adalah kota niaga di Maroko. Namun, sejak kedatangan kolonialisme Perancis, perlahan kota ini menemui masa uzurnya. Pesonanya perlahan surut, dan banyak orang meninggalkan kota ini setelah Maroko dinyatakan merdeka.

Bangunan sisa-sisa kolonialisme masih ada, namun dalam keadaan yang menyiratkan keengganan akibat lama telantar. “Maroko, porosnya keengganan. Di negeri ini ada virus yang tak seorangpun bisa kebal darinya. Pada akhirnya kamu akan menjadi seorang Moro (sebutan untuk orang Maroko).”—sebuah indikasi watak pascakolonial yang kental, saya kira. Perekonomian yang tak kunjung membaik menjadi penyokong suburnya bisnis bar dan kafe yang berkelindan bersama praktik prostitusi.

Keadaan semacam inilah yang melatari novel Mimoun. Watak inlander yang terjajah sebagai imbas kolonialisme nyaris membabat habis watak kultural orang-orang Mimoun. Orang-orang asli Mimoun dicitrakan sebagai orang yang di setiap obrolan pada akhirnya bermuara pada masalah uang dan keruwetan. Kehadiran Manuel dengan cara pandang seorang turis kian menegaskan hal itu. Ia datang ke Mimoun demi pemenuhan ambisi turistik alias pemburu “kenyamanan”. Bukan kenyamanan yang ia dapatkan, Manuel justru seperti terjebak dalam labirin yang membuatnya menanggalkan jauh-jauh imajinasi eksotisme atas Mimoun.

Pada akhirnya Manuel mesti bersitatap dengan kenyataan: sejauh apa pun ia mencoba memahami dan mencari, Mimoun selalu punya celah-celah yang tak pernah bisa ia masuki. Kota ini telah memberinya malam-malam gelisah; siang yang membosankan di ruang-ruang kelas sebagai pengajar; hingga petang yang diliputi obrolan klise di meja-meja kafe. Dan, ia mesti membenarkan sindiran Francisco tempo hari:“Oh! Orang Spanyol ya! Dan anda tinggal di Madrid sebelum di Mimoun? Anda tak memilih tempat tinggal secara bijak, Pak...”

Seperti halnya Pamuk bercerita Istambul; Amado bercerita Ilheus; Kawabata bercerita Kyoto, setiap kota menyembunyikan luka sejarahnya sendiri-sendiri. Bahkan lebih dari itu, sebuah kota seringkali mewariskan mental dan watak yang menjerat para penghuninya. Itu membuat siapa pun yang mencoba memasukinya justru berada dalam tegangan antara penerimaan dan penolakan—Rafael Chirbes, secarap apik mencoba menegaskan kembali hal itu. Sesuatu yang mungkin luput kita pahami.[]

  •  

Penulis             : Rafael Chirbes

Penerjemah      : Abet Beni Handoko

Penerbit           : Kentja Press

Cetakan           : September, 2017

Tebal               : 124 halaman

ISBN               : 978-602-74633-7-0

  •  

Widyanuari Eko Putra, penggiat Kelab Buku Semarang.

Apabila Anda berminat untuk mengirim tulisan, sila baca syarat dan ketentuan mengirim tulisan.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:

TESTIMONI

  • paketnya sudah sy terima. rasanya spt dpt harta karun jarang2 bisa dpt buku kyk gini. penjualnya sangat membantu dan responnya cepat sekali. terimakasih banyak. moga2 nanti bisa balik lagi n belanja disini.

    Arisnawaty
  • Terima kasih untuk promo beli 2 gratis 1 nya dan terima kasih pula untuk packing yang rapi dan bonus yang diberikan

    Eko Budi Prassetyo
  • Saya suka motto mu Kawan, "Membaca adalah Melawan!"

    Andreas
  • Recomended untuk kawan-kawan

    Ilyas
  • Tidak kemana2 tapi dari mana2 :) Good Job Berdikari

    Mutiara
  • Paket sampai sesuai dgn perkiraan waktu dan packaging rapi

    Nabila
  • Cepat sampai.. Cepat respon bagus pelayananny

    Amanda
  • paket sudah di twrima,packing rapih

    Budhie
  • Kapan-kapan bisa main langsung ke Berdikari ini

    Erik
  • paket rapi dan buku mendarat dengan aman. sepertinya bakal balik lagi ke berdikari book recommended untuk kawan- kawan mau belanja buku

    akbar
  • Belajar

    Abeng
  • Packaging rapi banget! Pelayanan cepat dan estimasi tepat. Koleksi buku juga banyak. Maju terus, Berdikari! Mari membaca untuk melawan!

    Nada
  • Barang sudah sampai, pelayanannya bagus dan cepat.

    Dena Diana Putri
  • Paket received,, tres bien berdikari

    Christy
  • Terimakasih berdikaribook.red paketnya sudah sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik. Buku2 yg dijual sangat recommended!!!

    Fikar
  • Benar-benar dunia membaca yang menggerakkan mulut saya untuk tidak bungkam!

    Fird
  • Paketnya sampun diterima.. Terimakasih

    Budz
  • Terima kasih berdikari book buku sudah sampai tepat 1hari (pagi yg miring kekanan) #membacaadalahamelawan

    Trad (Tradizione)
  • Bukunya sudah sampai, terimakasih Berdikari Book. Semoga ketersediaan bukunya semakin beragam. Membaca adalah melawan!!

    Andika agung gondo kusumo
  • Mantep! Tiba sesuai estimasi, respon oke.

    Osep Bana
  • Terima kasih, Berdikari Book. Kami jauh dari ujung atas Sumatera.. tapi bukunya sampai dengan cepat, aman & sentosa.. Ada bonus pembatas buku & stiker pula.. Berdikari Book semoga tetap Merdeka..!

    Irfan Morris
  • Paket buku mendarat dengan selamat. Terimakasih BerdikariBook

    Sinatrian Lintang Raharjo
  • Mantab bung, nggak pernah mengecewakan.

    Ridho
  • Terimakasi berdikaribook, kayanya bakal balik lagi dah

    Niko Fajar
  • Buku udah nyampe, tpi sedikit penyet tapi sedap di baca

    Fany fatullah
  • Kalau sudah kirimkan uang , konfirmasinya bisa lewat wa ga?

    Burhanudin
  • Packingnya rapi banget. Bukunya ga ada lecet sedikitpu. Rekomended bgt buat yg nyari buku2 bersifat idealisme. Beli buku disini Dapat sticker keren pula.

    Ayu
  • Sudah 2x beli disini, sangat recomended! #MembacaAdalahMelawan

    Mr. A
  • Buku-bukunya keren-keren broh. Ketagihan kalo udah di web sini. Pasti.mau beli sesuatu...

    Docallisme
  • bukunya sudah mendarat dengan selamat, makasih admin.

    muslimah syawals
  • Buku sampai pada tujuan dengan baik.

    Fikri
  • Pengirimannya lama padahal sama-sama di Yogyakarta

    Anonim
  • Paket sudah sampai..terimah kasih

    Hengky.H
  • Syukak bukunya, Cepat di proses cepat juga datangnya

    Mulyy mustafa
  • Paket sudah diterima. Sesuai ekspetasi. Terimakasih atas bonusnya bydewey n_n

    Indra Kurniawan
  • Pelayanan sangat mantap

    Albert Aldo Hugo Kenneth Gultom
  • Thanks der, barangnye udah sampe, giting abis.

    Dimas
  • Pelayanan ramah, cepat, dan akurat. Packing rapih bngt, dan dpt free 1 buku tambahan, free sampul, free stiker. Bikin nagih beli lagi. Good job (y)

    Yusuf Wibowo
  • Pelayanan ramah, cepat, serta sistem website yang baik dalam memudahkan pembeli untuk mengecek barang yang dibelinya. Toko buku online Indonesia #1 yang pernah saya temui.

    Rafi Alifudin
  • Bukunya Sudah Sampai dengan Sangat cepat.... Terima Kasih Berdikari

    Fitra Sugiyono
  • Buku sudah saya terima, selalu suka sma packaging berdikari dan terimakasih stikernya

    Vischa
  • Mulai dari buku, pelayanan bahkan sampe pembungkus paketnya bikin nagih, wkwk. Gak sabar buat order lagi. Sukses terus berdikari book !

    Permata K.
  • Paket sampai sesuai jadwal dan packing rapi. Mantap. Suwun, dab!

    Komang Raditya Gunarsa
  • Keren buku2nya. Tidak akan mengecewakan

    Arief Setiawan
  • Barang sampe dengan selamat, makaseh berdikari jadi tongkrongan isinya ga push rank doang

    Maulana Yusuf
  • Bukunya sdh sampai.., packingnya juga bagus dan rapih, recomended untuk yang ingin menambah ilmunya dengan membaca

    andi
  • Mantab bener emang, paket yg dikirim bener2 rapi membuat semakin termotivasi untuk membaca. Panjang umur perjuangan bung!

    Rafli
  • Paket sudah sampai, Terimakasih berdikari book.

    Lannie
  • Buku dh sampe, cepet, rapi, bungkus unik. Trims

    Miqdad
  • Mantap gak harus nunggu lama buku cepet sampe , packing rapih

    Fiqih jati
  • Barang sudah sampai bung, Terima kasih berdikabook semoga bukunya bermanfaat. "Baca terus sampe mampus"

    Wirahadi Kusuma damar
  • Baca, Baca, Merdeka lah ! Paket Buku BBM-nya sudah sampai di bogor dengan selamat sentosa, packing nya rapih, prosesnya cepet, jadi ketagihan pengen order buku disini lagi. Mantap Bung!

    Topik
  • Paketnya sampai sesuai estimasi & di kemas secara apik. Keren. Membangkitkan kesadaran akan pentingnya membaca. Terima kasih Berdikari Book.

    Saiful
  • 2 hari nyampek tujuan dengan mulus bukunya

    Zulva
  • bukunya menarik", juga admin dan pelayanan di tempatnya sangat baik. recommended sekali.

    Rifky
  • Paket sudah saya terima,terimakasih

    Cahyani Aulia Hidayah
  • Paket bukunya sudah diterima dengan baik, Terima Kasih Berdikari Book, Makin sukses jaya dan makin lengkap opsi buku2nya.

    Nisa Basti
  • Bukunya sudah saya terima. Packing yang rapi, aman dan kalimat di sampulnya sangat menggugah untuk membaca, membaca dan terus membaca........ Terima kasih sudah dibantu untuk proses ulang pemesanan. Terima kasih....

    Danang Anggoro
  • Buku ini melebihi ekspektasi saya, bener bener bagus,saya merekomendasikan buat beli buku disini, karena pelayanan yang terbaik dan memuaskan. good job berdikari book!

    Sultan H
  • Buku yang dipesan datang tepat waktu, sukses selalu buat Berdikari Book!

    Mujahid
  • Mantap banget bung! Pelayanan yang memuaskan. Paling suka buku Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle.

    Widya Retno Palupi
  • Buku sudah sampai dengan selamat, dengan kondisi yang masih mulus, terima kasih

    Murdianto Dian
  • Pesanan saya sudah sampai. Terharu dan senang sekali rasanyaaaa :') pengirimannya cepat, packaging-nya menarik, waktu buka isinya.. Kaget. Banyak banget kertas-kertas kecilnya. Terima kasih, semoga sukses selalu dan semakin maju. ILYA♥

    Safira PN
  • Terima kasih banyak, bung. Paket bukunya sudah sampai dengan cepat & rapi. Sangat memuaskan. Seperti mendapat harta karun pengetahuan.. Thank you juga bonusnya ya, Kawan.. sekali lagi, terima kasih banyak..!

    Irfan Morris
  • Terima kasih banyak, bung. Paket bukunya sudah sampai dengan cepat & rapi. Sangat memuaskan. Seperti mendapat harta karun pengetahuan.. Thank you juga bonusnya ya, Kawan.. sekali lagi, terima kasih banyak..!

    Irfan Morris
  • Buku udah nyampai,packing rapi. Bacaan memarik tentang pangan dan paket mengenal Tiongkok.

    Ikhsanrosyid
  • Rindu berdikari

    Resty Yasqi
  • Puas banget, packingnya rapih mantap deh

    AGUSTIO
  • Tepat waktu. Baru sampai dan balutan merah yang rapi. Tapi, tolong ijinkan saya sedikit menambahkan sebuah kata di salah satu stiker berdikaribook.red.

    Uncle Tob
  • Terima kasih paket sudah sampai dengan bonus-bonusnya

    Yose R
  • Sudah datang

    Amami
  • Paket sudah diterima komandan, kondisi rapi&memuaskan

    Erlian afna r
  • paket sampai dengan selamat sentosa.

    banu
  • terima kasih . buku mendarat dengan aman dan sempurna. semoga propaganda nya tersampaikan.

    D.N Aska
  • Bukunya keren , Selalu cepat pengirimanya ,

    YODA
  • Bukunya sudah sampai, terimakash luarbiasa ,

    Arya sidoarjo
  • Buku paketnya sudah sampai. Sungguh packing rapi dan diberi bonus stiker dan pembatas buku penyemangat buat baca. Salut, kerjanya cepat sekali! Bakal beli lagi deh...

    Michael Andrew
  • Terimakasih banyak, buku anarki panduan grafis nya sudah sampai dengan baik dan tepat waktu.. Sukses selalu berdikaribook.red

    Barokah Campaign
  • Buku-bukunya luar biasa. Membaca adalah melawan

    Fadiel Muhammad
  • Respon cepat, pengiriman cpt, pengemasan buku rapi, suka sama slogan" berdikari book...

    Ardila D Setyarsi
  • Salah satu toko buku on-Line di Indonesia yang dapat dipercaya. Terkait dengan ke-aslian (originalitas) buku, maupun kesesuain janji dalam setiap promo-promo-nya.....semoga Rahmat dan ke-Berkah-an dari Tuhan Yang Maha Esa tercurahkan pada kita semua (sinkretis -monoteis)...amin...

    Moch. Edy Purwanto
  • Terimakasih Berdikaribook

    Muhamad Aldi Sofyan
  • Bacalah! Suka atau tidak sukanya kamu terhadap suatu bacaan, setidaknya bacaan itu akan menambah kosa kata yang kamu miliki dan menambah pengetahuan kamu.

    Allief
  • Mantap uda nyampe packingnya juga rapi,, recomended banget dah !

    Alex Gregorius Dony
  • Packing rapi, cepat, dan responnya baik. Rekomended :)

    Muly
  • Terima kasih Berdikari Book, paket novel Arah Langkah ber-ttd sudah mendarat di rumah saya dengan tepat waktu beserta packaging yang rapi dan lucu

    Atika
  • Terlambat sadar, bahwa ada aplikasi yang menjual buku-buku keren dan fenomenal~

    Ajengaprl
  • Salam Hangat By' Timur oioi

    Timur oioi
  • Terimakasih... Nanti lagi...

    Telah mendarat selamat
  • Panjang umur BerdikariBook!

    Miftah Regyana
  • 1 hari pesan , besok sampai. Mantab bung, terimakasih untuk packing yg rapih dan beberapa hadiah dalam paketannya.

    Erick Estrada
  • Barang udah sampai, mendarat dengan mulus.

    Harrys D.
  • Sesuai ekspektasi. Packing mulus terbaek lah. . .

    Yoga Jalu
  • Suka banget. Packing rapih, waktu juga sesuai dengan perkiraan. Stiker dan pembatas bukunya juga keren bikin semangat baca. Makasih min

    Qaulan Syadida Azzahra
  • terima kasih bukunya suda saya terima.. recomended book store..

    vico
  • Akhirnya bukunya sampai juga... pelayanan bagus.. packing bagus.. disampulin pula... rekomendasi banget buat balik belanja di sini lagi..

    Muhammad Risal
  • Pelayanan cepat, packaging rapi, promo kupon Ramadhannya mantap. Mudik ditemani buku, heu heu.

    Avif
  • Terima masih,paketnya mendarat dengan rapi dan lancar,sukses terus berdikari

    Fikri Dhia
  • Harga yang ditawarken sangat menarik, sekali kesini jadi ingin kembali lagi Dan semoga literatur klasik dari tokoh-tokoh Marxis seperti Marx, Engels, Lenin, Luxemburg, Mao, dll segera distock kembali

    Fajar F
  • Puas banget dengan pelayanan BerdikariBook. Cepat dan adminnya pun ramah. Buku yang datang juga dalam kondisi bagus dan dapat banyak banget bonus pembatas buku dan stiker !! In syaa Allah bakal beli lagi di BerdikariBook

    Zet

PAYMENT METHOD

Image result for logo logo bank    Image result for logo logo bank bri png
Image result for logo bank mandiri png   Hasil gambar untuk logo alfamart png
 

SHIPPING METHOD

Image result for logo tiki png   Image result for logo pos png


Image result for logo wahana png   

MOBILE APPS

Related image

Related image

MARKETPLACE

Image result for logo shopee png
Image result for logo marketplace shopee tokopedia bukalapak png
Related image