Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Arena Produksi Kultural Sebuah Kajian Sosiologi Budaya

The History of Java

Thomas Stamford Raffles
Description
"I believe there is no one possessed of more information recpecting Java than myself..."
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 


Kategori : Tokoh dan Sejarah

"I believe there is no one possessed of more information recpecting Java than myself..."

 

Tak diragukan lagi, buku The History of Java telah menjadi salah satu sumber sejarah paling penting untuk mengetahui kehidupan masyarakat Jawa di masa lalu. Buku ini ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang administratur kelahiran Inggris, yang sangat terobsesi untuk merekam eksotisme dunia Jawa yang penuh dengan keragaman serta keunikan geografis dan budaya.

 

The History of Java diterbitkan pertama kali pada tahun 1817 dalam dua volume. Volume pertama berisi tentang inti buku itu sendiri secara lengkap, sedangkan Volume kedua berisi informasi tambahan dan lampiran. Kedua volume itu kemudian dirangkum menjadi satu dalam buku ini. Isinya antara lain mancakup keadaan geografis, informasi mengenai penduduk asli Jawa, keadaan pertanian, kepercayaan dan upacara keagamaan, bahasa, serta beberapa hal-hal menarik lainnya. Kerja keras dan ketekunan Raffles telah membuahkan sebuah masterpiece yang sangat berharga bagi masyarakat Indonesia.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Eko Prasetyoningrum, dkk 940 hlm | Bookpaper
ISBN : 9789791683739
Penerjemah : Eko Prasetyoningrum, dkk
Ketebalan : 940 hlm | Bookpaper
Dimensi : 19x26 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Narasi
Penulis: Thomas Stamford Raffles
Berat : 1400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by