Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Percakapan Dengan Kafka

Lean Startup bukanlah metode yang menjadikan sistem Anda lebih hemat biaya, melainkan lebih efisien sekaligus (tetap) bermanfaat.

Setiap tahunnya, startup-startup baru bermunculan. Produk yang bagus, promosi besar-besaran disertai berbagai ulasan di media massa, serta janji-janji manis bahwa konsumen akan mendapatkan manfaat besar jika menjadi penggunanya. Namun, tak lama berselang, beberapa di antara startup yang digadang-gadang itu tak lagi terdengar kabarnya.

Seperti yang selalu kita dengar, seorang entrepreneur pasti sukses selama memiliki tekad kuat, panjang akal, waktu yang tepat, dan—terutama—produk yang hebat. Kenyataannya, awal yang menjanjikan tak jarang berujung pada kegagalan. Sebagian besar produk baru tidak sukses di pasaran, bahkan pahitnya, tak digunakan oleh siapa pun. Pertanyaan besar pun muncul, strategi manakah yang tidak tepat?

Lewat riset ilmiah serta pengalamannya dalam mendirikan dan membesarkan berbagai startup selama bertahun-tahun, Eric Ries mencetuskan metode baru, Lean Startup. Sebuah sistem luar biasa yang membuat para entrepreneur segera mendapatkan jawaban atas pertanyaan: bagaimana kita bisa lebih cepat mengetahui apa saja yang berfungsi dan mana yang harus segera disingkirkan?


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
ISBN : 9786022914983
Ketebalan : 440 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Out of Stock
Penerbit: Bentang Pustaka
Penulis: Eric Ries
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by