Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Kerajaan Islam Pertama di Jawa Periode Sejarah Kesadaran Keagamaan Islam Indonesia: Mitos, Ideologi, dan Ilmu

The Turning Point Titik Balik Peradaban

Fritjof Capra
Description
"Buku penting untuk memahami persoalan-persoalan kontemporer dunia yang semakin absurd."
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 

 Limited Offer: Beli 1 Gratis 1 

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Tokoh dan Sejarah

Dinamika yang mendasari problem-problem utama kita—munculnya jenis virus baru, kriminalitas, perlombaan nuklir, polusi, bencana alam, inflasi, krisis energi—adalah satu dan sama. Semuanya merupakan residu peradaban yang tidak tereduksi oleh sistem yang kita kenal dengan modernisme.

Sekarang kita sudah sampai pada puncak perubahan yang dramatis dan penuh resiko.
Sebuah titik balik bagi keseluruhan planet. Di saat seluruh perangkat peradaban lama sudah menjadi usang dan tidak dapat lagi menggerakkan roda sejarah, kita perlu visi baru tentang realitas. Sebuah visi yang akan memungkinkan munculnya daya yang mampu mentransmisikan dunia kita ke dalam sebuah aliran yang padu, menjadi gerakan positif bagi perubahan sosial.

Fritjof Capra, seorang saintis kenamaan, penulis best seller internasional The Tao of Physics, menghadirkan visi baru tersebut. Sebuah paradigma yang holistik tentang sains dan spiritualitas.

"Buku penting untuk memahami persoalan-persoalan kontemporer dunia yang semakin absurd."


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
M. Thoyibi xxiii+571 hlm | Bookpaper
ISBN : 9793062207
Penerjemah : M. Thoyibi
Ketebalan : xxiii+571 hlm | Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Mata Bangsa
Penulis: Fritjof Capra
Berat : 900 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by