Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Tionghoa dan KeIndonesiaan Tipuan Bloomberg : Mengungkap Sosok Agen Industri Farmasi di Balik Filantropi Kampanye Anti Rokok

Tiongkok yang kukenal

Ibrahim Isa
Stock: Tersedia

Kategori : Sejarah

IBRAHIM ISA adalah satu dari ribuan orang eksil 65, yaitu mereka yang pada masa itu berada di luar Indonesia untuk belajar atau menjadi delegasi negara untuk menghadiri konferensi internasional.

Kisah mereka berawal dari masa pemerintahan Soekarno pada tahun 1960-an. Pada masa itu, dengan cita-cita mempunyai bangsa yang berdikari di bidang ekonomi, pemerintah RI melakukan kerja sama dengan negara asing untuk mengirim orang-orang muda Indonesia bersekolah di luar negeri dengan berbagai bidang studi, antara lain teknik, kedokteran, pertanian, hingga sastra. Cita-cita Soekarno pada masa itu adalah menjadikan pemuda-pemuda ini sebagai tenaga ahli, sehingga menjadi sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengolah sumber daya alam Indonesia kelak.

Kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa itu yaitu anti-imperialisme. Indonesia juga sedang mempunyai hubungan baik dengan Tiongkok, kedua negara sedang membangun kekuatan yang tidak bergantung pada blok Barat dan blok Timur. Beberapa negara yang menjadi negara tujuan studi antara lain negara-negara sosialis yang terletak di Eropa Timur seperti Uni Soviet, Republik Ceko, Rumania, Albania, Tiongkok, dan sebagainya. Sekitar 1.500 orang dikirim ke negara-negara itu.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Gratis ongkir dengan belanja minimum Rp. 120.020  l  Jauh Dekat Ongkir Rp.5.000 khusus Pulau Jawa l Diskon 20% off Semua Buku

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sejarah
ISBN : Chan CT
Ketebalan : xxviii + 252 hlm | HVS
Dimensi : 14,5x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Ultimus
Penulis: Ibrahim Isa
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

#BacaAjaDulu
Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang,

sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir

jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: #BacaAjaDulu, opini belakangan,

karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

Alternatif Mencari Buku #BacaAjaDulu