Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Manusia Indonesia Rumah Kaca

Bumi Manusia

Rating : ( 1 reviews ) Write Review
Pramoedya Ananta Toer
Description
"Kita kalah, Ma," bisikku. "Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."
Stock: Out of Stock
Terjual: 175

Ramadhan Sale:

Pembelian: Gratis Kalender HAM 2021 setiap Transaksi
Pembelian: Diskon 25% Minimal: 149.000. Kode Kupon: RMDHN
Pembelian: Diskon 22% Tanpa Minimal. Kode Kupon: bacadulu
Pengiriman: Subsidi Ongkir Rp22.000,00 untuk Minimal Pembelian Rp122.000,00. Kode Kupon: bebasbaca

Pengecualian Kupon: Pre Order, Package, Merch, Coffee
Catatan: Jika menggunakan kupon, harga akan berlaku dari harga normal. Karena kupon ini sifatnya bukan penambahan diskon.


Kategori : Novel - Sastra

Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.

Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.

Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya.

Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini. "Kita kalah, Ma," bisikku. "Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel - Sastra
ISBN : 97897999731234
Ketebalan : 551 hlm | Bookpaper
Dimensi : 13 x 20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Out of Stock
Penerbit: Lentera Dipantara
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Berat : 500 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa