Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Walden Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah

Wanita Bergerak

Stock: Out of Stock

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 


Kategori : Umum

Membaca kembali gagasan Bung Karno adalah membaca cita-cita didirikannya Republik kita tercinta ini. Membaca gagasan Bung Karno adalah membaca masa depan Indonesia. Membaca gagasan Bung Karno adalah sama saja mengambil cermin untuk mengetahui sampai dimana perjalanan bangsa kita meraih keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian kita patut berterima kasih kepada berbagai pihak yang mau membacakan kembali gagasan-gagasan Bung Karno tersebut.


Buku ini adalah salah satu materi yang disampaikan Bung Karno dalam Kursus Wanita di Yogyakarta pada tahun 1947 yang diikuti oleh para mahasiswi dan kalangan wanita lainnya. Secara keseluruhan materi-materi tersebut sudah disusun menjadi satu buku berjudul Sarinah: Kewajiban wanita dalam perjuangan Republik Indonesia Judul asli naskah ini sebenarnya hanya pendek yaitu Wanita Bergerak. Namun untuk memperjelas isi buku ini. Penerbit Kreasi Wacana berinisiatif menyematkan judul kecil Materi Kursus Wanita Pada Masa Revolusi untuk melengkapi judul Wanita Bergerak. Penyajian materi ini secara terpisah dengan materi kursus lainnya dengan harapan bisa meringankan pembaca untuk memahami pola gerakan wanita dan sejarahnya dalam penuturan Bung Karno.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Umum
Dimensi : 12x17 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kreasi Wacana
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by