Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Why is Sex Fun? Evolusi Seks Manusia Wisanggeni sang Buronan

Widji Thukul Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa

Detail

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Penyunting : Erlinadani
Ketebalan : 304 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Sociality
Penulis: Ristia Nurmalita
Berat : 0.30 Kilo

Description Widji Thukul Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa

Pada 26 Agustus 1963 lahirlah anak laki-laki sederhana yang tumbuh bersama dengan jiwa seninya hingga besar dan menjadi salah satu orang yang mampu menggetarkan kepemimpinan Orde Baru. Dia adalah Widji Widodo atau lebih populer dengan nama Widji Thukul, bernyanyi penyair sekaligus mengaktifkan yang mampu menggerakkan hati para pendemonstran hanya dengan umpan-umpan puisinya. Empat umpan terakhir dari salah satu prinsipnya “Hanya ada satu kata: Lawan!” Memiliki nilai sugesti untuk para pendengarnya.

Setelah dituduh terlibat dalam kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli), Widji Thukul pamit bersembunyi untuk berbicara (Sipon) karena menurutnya semua sudah ngawur. Dia memang berpindah-pindah tempat sebelum menghilang dan tidak diketahui dikembalikan hingga kini. Meninggalkan orang yang menjadi korban penculikan. Sipon dan Sahabat Widji Thukul masih yakin bahwa pencipta puisi “Peringatan” itu masih hidup. “Dia hilang tetapi ada, ada tapi hilang, tapi ada nada dalam jiwa”.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Rekomendasi Bacaan Serupa